Edisi CetakNewsletterPodcast
Redaksi
B
BKNEWS
DaerahEkonomiInternasionalKesehatanLifestyleOtomotifPendidikanPolitik & HukumSportsTeknologi
Redaksi
BKNEWS
Terkini

Kategori

DaerahEkonomiInternasionalKesehatanLifestyleOtomotifPendidikanPolitik & HukumSportsTeknologi
Masuk Redaksi
B
BKNEWS

Portal berita independen, terpercaya, dan berstandar internasional. Menyajikan jurnalisme berkualitas untuk masyarakat global dengan integritas tanpa kompromi.

Kategori Utama

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Karir
  • Kontak

© 2026 BKNEWS Media Group. Hak Cipta Dilindungi.

PrivasiSyarat & Ketentuan
Beranda/Internasional/AS Blokade Kapal dari Pelabuhan Iran, Harga Minyak Naik
Internasionalsekitar 6 jam yang lalu4 menit baca

AS Blokade Kapal dari Pelabuhan Iran, Harga Minyak Naik

AS mulai blokade kapal dari pelabuhan Iran usai negosiasi di Islamabad gagal. Harga minyak dunia tembus $100 per barel di tengah ancaman balasan Teheran.

F
Fajar Nugroho

Reporter Internasional

14 April 2026

Bagikan:
Ilustrasi Blokade maritim AS di sekitar Selat Hormuz picu ketegangan dengan Iran dan dorong lonjakan harga minyak global
Ilustrasi Blokade maritim AS di sekitar Selat Hormuz picu ketegangan dengan Iran dan dorong lonjakan harga minyak global
Militer Amerika Serikat memulai blokade terhadap kapal yang meninggalkan pelabuhan Iran pada Senin setelah perundingan di Islamabad gagal, memicu kenaikan harga minyak dunia serta ancaman balasan dari Teheran.

Pembatasan Pelayaran Keluar dari Wilayah Iran

Pemerintah Amerika Serikat memberikan instruksi kepada militernya untuk melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang meninggalkan pelabuhan Iran. Langkah ini diambil pada hari Senin sebagai respons atas kebuntuan perundingan di Islamabad yang bertujuan mengakhiri perang. 

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kebijakan ini berkaitan dengan upaya pencegahan pengembangan senjata nuklir oleh Teheran.
"Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih. "Kita tidak bisa membiarkan suatu negara memeras atau mengancam dunia."
Komando Pusat militer Amerika Serikat menjelaskan bahwa blokade akan ditegakkan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran di Teluk dan Teluk Oman. 

Meski demikian, pihak militer memberikan jaminan operasional bagi jalur internasional lainnya. 
"Blokade ini tidak akan menghalangi jalur transit netral melalui Selat Hormuz dari atau menuju tujuan non-Iran," tulis Komando Pusat dalam catatan peringatan resmi kepada pelaut.

Peringatan Terhadap Aktivitas Kapal Serang Cepat

Presiden Trump menyampaikan peringatan melalui platform media sosialnya mengenai potensi hambatan terhadap operasional blokade tersebut. Trump menggunakan penekanan khusus dalam pernyataannya terkait keberadaan kapal serang cepat milik Iran yang berpotensi mendekati area militer Amerika Serikat.
"Peringatan: Jika ada di antara kapal-kapal ini yang berani mendekati BLOKADE kami, mereka akan segera DIHANCURKAN, menggunakan sistem mematikan yang sama yang kami gunakan terhadap pengedar narkoba di atas kapal di Laut. Sistem ini cepat dan brutal," tulis Trump.
Data dari LSEG menunjukkan bahwa dua kapal tanker yang terkait dengan Iran, Aurora dan New Future, telah meninggalkan Selat Hormuz dengan membawa muatan produk minyak pada Senin sebelum tenggat waktu dimulai.

Reaksi Teheran dan Dampak Pasar Minyak Dunia

Pihak Iran merespons langkah militer Amerika Serikat tersebut dengan peringatan mengenai keamanan energi global. Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik, menyatakan bahwa upaya militer asing untuk mengawasi selat tersebut akan memperburuk krisis dan ketidakstabilan keamanan energi global.

Juru bicara militer Iran menyebut pembatasan terhadap pelayaran internasional sebagai tindakan pembajakan. Pihak Teheran memberikan peringatan bahwa jika pelabuhan Iran diancam, maka tidak ada satu pun pelabuhan di Teluk atau Teluk Oman yang aman. Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa setiap kapal militer yang mendekati selat tersebut akan dianggap melanggar gencatan senjata.

Ketegangan di wilayah tersebut berdampak pada pasar komoditas global. Harga minyak kembali naik di atas 100 dolar AS per barel, dipicu oleh ketidakpastian pembukaan kembali akses penuh di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia.

Perbedaan Sikap Sekutu NATO dan Kritik Paus Leo

Operasi militer ini memicu perbedaan posisi di antara negara-negara anggota NATO. Inggris dan Prancis menyatakan tidak akan mengambil bagian dalam blokade tersebut dan menekankan perlunya membuka kembali jalur air melalui upaya diplomatik. Sikap ini menunjukkan perbedaan pandangan di wilayah transatlantik terkait penanganan konflik di Iran.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Trump melontarkan kritik terhadap Paus Leo. Tokoh agama yang lahir di Amerika Serikat tersebut menyuarakan penentangannya terhadap perang, yang kemudian direspons Trump dengan menyebutnya sebagai sosok yang mengerikan. Kritik ini muncul saat pemerintahan Trump menghadapi tantangan domestik terkait melonjaknya harga energi.

Status Gencatan Senjata dan Konflik Regional

Gencatan senjata yang menghentikan serangan udara selama enam minggu berada dalam kondisi terancam dengan sisa waktu satu minggu. Washington mengeklaim bahwa Teheran menolak tuntutan dalam perundingan di Islamabad. Iran mengajukan syarat baru yang mencakup pengakuan kendali atas jalur air, pencabutan sanksi, serta penarikan pasukan dari pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Konflik di wilayah sekitar juga masih berlangsung. Pasukan Israel melancarkan serangan di Lebanon selatan yang bertujuan merebut kota penting dari Hizbullah. Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan prihatin terhadap serangan yang mengenai petugas medis di Lebanon setelah terjadinya peristiwa mematikan di pusat Palang Merah setempat.

Catatan Edukatif

Blokade laut dalam hukum internasional merupakan tindakan militer untuk mencegah kapal masuk atau keluar dari wilayah pantai atau pelabuhan pihak lawan. Agar tindakan ini sah menurut norma umum, blokade harus diumumkan secara resmi dan diterapkan secara efektif serta merata. 

Prinsip kebebasan navigasi tetap berlaku bagi kapal netral di laut lepas, sehingga blokade tidak diperbolehkan menghalangi akses ke pelabuhan negara netral. Dalam praktik hukum laut internasional modern, tindakan pembatasan ini harus mempertimbangkan dampaknya terhadap keamanan energi dan ekonomi global guna menghindari krisis diplomatik yang lebih luas.

Baca juga:
  • Dokumen Rahasia AS Ungkap Rencana Overflight Militer di Indonesia
  • Chevron Pacu Impor Minyak Venezuela di Tengah Kenaikan Harga Bensin
  • Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Rapat Darurat DK PBB
Tag:#blokade kapal iran#selat hormuz#harga minyak dunia#konflik as iran

Baca Juga

Dokumen Rahasia AS Ungkap Rencana Overflight Militer di Indonesia

Internasional

Dokumen Rahasia AS Ungkap Rencana Overflight Militer di Indonesia

1 hari yang lalu

Chevron Pacu Impor Minyak Venezuela di Tengah Kenaikan Harga Bensin

Internasional

Chevron Pacu Impor Minyak Venezuela di Tengah Kenaikan Harga Bensin

5 hari yang lalu

Serangan Rudal Iran Hantam Fasilitas Aluminium UEA dan Bahrain

Internasional

Serangan Rudal Iran Hantam Fasilitas Aluminium UEA dan Bahrain

16 hari yang lalu