NEWCASTLE - Mantan kapten tim nasional Inggris, Wayne Rooney, menyebut kemenangan dramatis Sunderland atas Newcastle United pada Minggu sore waktu setempat sebagai puncak dari musim luar biasa The Black Cats. Bermain di St. James’ Park, skuad asuhan Régis Le Bris sukses membalikkan keadaan dan memastikan tiga poin penuh lewat gol menit akhir Brian Brobbey.
Hasil impresif ini tidak hanya memastikan Sunderland menyapu bersih dua laga derby Liga Inggris musim ini atas tim asuhan Eddie Howe, tetapi juga membawa mereka mengkudeta posisi sang rival bebuyutan di papan klasemen sementara.
Tambahan tiga angka krusial tersebut menggenapkan perolehan poin Sunderland menjadi 43. Dengan sisa tujuh pertandingan musim ini, posisi mereka kini berjarak 14 poin dari zona degradasi-sebuah pencapaian impresif bagi tim yang berstatus sebagai klub promosi.
Berbicara dalam siniar The Wayne Rooney Show, legenda Manchester United itu menyoroti hegemoni Sunderland di kawasan Timur Laut Inggris sejak mereka kembali menginjakkan kaki di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
“Menang di kedua pertandingan derby itu sangat besar. Saya rasa fans Newcastle juga sangat bangga dengan laga-laga itu, jadi kalah dua kali pasti berat bagi mereka. Tapi bagi Sunderland, bisa promosi lalu langsung menang dua derby dan berada di posisi seperti sekarang di klasemen, menurut saya mereka menjalani musim yang luar biasa,” ujar Rooney.
Kandidat Kuat Manajer Terbaik
Kesuksesan sensasional Sunderland musim ini praktis melambungkan nama Régis Le Bris. Sentuhan taktis sang pelatih dinilai sebagai faktor utama di balik stabilitas performa tim. Saat ditanya apakah juru taktik tersebut layak masuk ke dalam nominasi Manajer Terbaik Premier League musim ini, Rooney memberikan jawaban tanpa keraguan.
“Ya, dia harus masuk. Harus. Kalau Arsenal juara, mungkin harus diberikan ke Mikel Arteta, tapi [Le Bris sangat layak dipertimbangkan],” tambahnya.
Peringatan Keras untuk Fans The Magpies
Di sisi lain, awan mendung tengah menyelimuti kubu tuan rumah. Penampilan mengecewakan di babak kedua memicu cemoohan dari para pendukung sendiri saat Eddie Howe dan para pemainnya melakukan lap of appreciation usai peluit panjang di St. James’ Park.
Tekanan terhadap Howe memang terus memuncak menjelang jeda internasional. Rentetan hasil liga yang tidak konsisten diperparah oleh kekalahan telak 7-2 dari raksasa Spanyol, FC Barcelona, di ajang Liga Champions pekan lalu. Menyikapi situasi krisis tersebut, Rooney berdiri membela Howe dan memperingatkan para loyalis The Magpies agar tidak bertindak emosional.
“Saya hanya ingin bilang ke fans Newcastle, hati-hati dengan apa yang kalian inginkan. Saya sudah sering mendengar mereka mencemooh dan mempertanyakan Eddie Howe. Padahal dia salah satu manajer terbaik di Premier League, tanpa ragu,” tegas Rooney.
Ia lebih lanjut menyoroti badai cedera serta ketiadaan sosok penyerang setajam Alexander Isak musim lalu sebagai akar permasalahan, bukan pada kapasitas sang manajer.
“Jangan terus menekannya sampai akhirnya pergi hanya karena emosi setelah kalah dari Sunderland. Memang performa mereka di liga musim ini kurang bagus, ada banyak cedera, dan mereka kesulitan menggantikan kontribusi gol Alexander Isak musim lalu. Tapi serius, hati-hati, karena dia jelas manajer top,” tutupnya.