Edisi CetakNewsletterPodcast
Redaksi
B
BKNEWS
DaerahEkonomiInternasionalKesehatanLifestyleOtomotifPendidikanPolitik & HukumSportsTeknologi
Redaksi
BKNEWS
Terkini

Kategori

DaerahEkonomiInternasionalKesehatanLifestyleOtomotifPendidikanPolitik & HukumSportsTeknologi
Masuk Redaksi
B
BKNEWS

Portal berita independen, terpercaya, dan berstandar internasional. Menyajikan jurnalisme berkualitas untuk masyarakat global dengan integritas tanpa kompromi.

Kategori Utama

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Karir
  • Kontak

© 2026 BKNEWS Media Group. Hak Cipta Dilindungi.

PrivasiSyarat & Ketentuan
Beranda/Ekonomi/BGN Bantah Motor Emmo Disebut Rebranding Alibaba, Ini Penjelasannya
Ekonomisekitar 3 jam yang lalu3 menit baca

BGN Bantah Motor Emmo Disebut Rebranding Alibaba, Ini Penjelasannya

BGN membantah motor listrik Emmo merupakan rebranding produk Alibaba dalam pengadaan 21.801 unit. Ini penjelasan lengkap Dadan Hindayana soal harga dan spesifikasi.

R
Rizky Saputra

Reporter Ekonomi

15 April 2026

Bagikan:
Ilustrasi Foto Kepala BGN Dadan Hindayana mencoba motor listrik trail pengadaan yang harganya ramai dibandingkan dengan produk di Alibaba.
Ilustrasi Foto Kepala BGN Dadan Hindayana mencoba motor listrik trail pengadaan yang harganya ramai dibandingkan dengan produk di Alibaba.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana membantah dugaan motor listrik Emmo merupakan hasil rebranding produk Alibaba dalam pengadaan 21.801 unit untuk program makan bergizi gratis pada April 2026.

Badan Gizi Nasional (BGN) merealisasikan pengadaan 21.801 unit motor listrik dari merek Emmo Electric Mobility Indonesia untuk mendukung kelancaran operasional program makan bergizi gratis. Dalam pengadaan tersebut, BGN memilih dua tipe kendaraan, yakni tipe trail Emmo-JVX GT seharga Rp 43,3 juta dan tipe bebek Emmo-JV Max seharga Rp 41,7 juta per unit.

Kemiripan Desain dan Perbandingan Harga Jadi Sorotan

Langkah pengadaan ini menarik perhatian publik setelah muncul hasil penelusuran yang menunjukkan kemiripan desain antara unit Emmo dengan motor listrik merek Kollter ES1-X PRO di situs Alibaba. Pada platform tersebut, produk serupa ditawarkan oleh perusahaan asal Cina dengan harga sekitar Rp 10,425 juta per unit. Perbedaan nilai yang mencolok antara harga eceran daring dan harga pengadaan lembaga kemudian memicu polemik mengenai kewajaran harga.

Menanggapi perbandingan harga tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa kendaraan yang dibeli bukan merupakan hasil pelabelan ulang dari produk murah. Ia menjelaskan bahwa spesifikasi komponen utama pada unit Emmo BGN jauh berbeda dengan produk yang terlihat di platform daring.
“Itu akun bodong. Baterai motor listrik saja harganya Rp 7 juta, belum dinamo dan controller, dan peralatan lainnya,” ujar Dadan pada Senin, 13 April 2026.

Respons BGN Terkait Spesifikasi dan Jenama Internasional

Dadan menjelaskan bahwa merek tersebut dipasarkan dengan nama berbeda di sejumlah negara, termasuk menggunakan jenama Tinbot untuk pasar Eropa, Amerika, dan Cina. Merujuk pada data dari laman Joule Motorcycles, model Kollter ES1 PRO-L (Tinbot) memiliki harga pasar mencapai US$ 5.900 atau berkisar Rp 90 juta.

Selain faktor harga, Dadan memaparkan bahwa merek Tinbot telah dipamerkan dalam ajang internasional Esposizione Internazionale Ciclo Motociclo e Accessori (EICMA) di Milan, Italia. Ia juga menambahkan bahwa unit motor dengan spesifikasi serupa telah dioperasikan oleh jajaran kepolisian di Spanyol untuk tugas kedinasan.

Alur Perpindahan Lokasi Penyimpanan Armada

Mengenai status unit yang belum didistribusikan, Dadan mengonfirmasi bahwa seluruh armada masih berada di tangan distributor. 
“Sekarang di gudang distributor,” kata Dadan pada Kamis malam, 9 April 2026.

Informasi internal BGN menyebutkan bahwa puluhan ribu unit motor listrik tersebut sempat mengalami beberapa kali perpindahan lokasi penyimpanan guna memastikan keamanan aset. Unit awalnya ditempatkan di sebuah gudang di daerah Tangerang, kemudian dipindahkan ke markas Kodim di wilayah Cakung, Jakarta Timur, hingga kini disimpan di gudang daerah Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Pengadaan kendaraan operasional ini hanya dialokasikan pada anggaran tahun 2025 tanpa ada rencana penambahan pada tahun berikutnya. Penggunaan kendaraan akan difokuskan untuk menjamin mobilitas personel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah yang sulit dijangkau.
"Akan kami distribusikan nanti untuk operasional seluruh orang yang ada di SPPG, terutama untuk di daerah-daerah yang sulit," ujar Dadan.

Catatan Edukatif

Dalam pengadaan pemerintah, perbedaan harga dengan platform perdagangan internasional tidak dapat dibandingkan secara langsung karena skema pembelian yang berbeda. Pengadaan negara umumnya mencakup spesifikasi teknis khusus yang telah ditetapkan, kewajiban sertifikasi, serta komponen biaya seperti pajak impor, distribusi, dan layanan purna jual. 

Selain itu, harga yang tercantum dalam pengadaan instansi bersifat On The Road (OTR), mencakup legalitas surat kendaraan agar dapat dioperasikan secara resmi di jalan raya. Produk yang ditampilkan di platform global belum tentu memiliki spesifikasi baterai atau penggerak yang identik, meskipun tampak serupa secara desain. 

Oleh karena itu, penilaian kewajaran harga harus mengacu pada dokumen spesifikasi dan kontrak pengadaan, bukan semata pada perbandingan visual atau harga eceran di platform digital.

Baca juga:
  • Perangkat Desa Marparan Terima Bansos, Data Dipertanyakan
  • Standar Ketat Dapur Makan Bergizi Gratis, SPPG Tak Layak Ditutup
Tag:#motor listrik emmo bgn#rebranding motor alibaba#pengadaan motor listrik bgn#dadan hindayana

Baca Juga

Perangkat Desa Marparan Terima Bansos, Data Dipertanyakan

Ekonomi

Perangkat Desa Marparan Terima Bansos, Data Dipertanyakan

8 hari yang lalu

Standar Ketat Dapur Makan Bergizi Gratis, SPPG Tak Layak Ditutup

Ekonomi

Standar Ketat Dapur Makan Bergizi Gratis, SPPG Tak Layak Ditutup

22 hari yang lalu