![]() |
| Mensesneg Prasetyo Hadi mengumumkan penyaluran BLT Kesra dan Program Magang Nasional di Kantor Pos Cikini, Jakarta. Foto: setneg.go.id |
Ringkasan Berita
- Pemerintah meluncurkan BLT Kesra Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan untuk 35 juta KPM di luar penerima bantuan reguler Kemensos.
- Penyaluran BLT Kesra dimulai Senin (20/10) melalui Himbara dan PT Pos Indonesia untuk keluarga desil 1-4 dalam DTKS.
- Dana BLT Kesra bersumber dari efisiensi dan realokasi anggaran kegiatan non produktif pemerintah.
- Program Magang Nasional diluncurkan untuk 100 ribu fresh graduate dengan uang saku setara UMK plus perlindungan JKP dan JKM.
- Sebanyak 1.668 perusahaan telah menyediakan 26.181 lowongan magang, dengan 20 ribu peserta tahap pertama dan 80 ribu pada November.
JAKARTA - Pemerintah meluncurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat atau BLT Kesra. Bantuan ini menyasar 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di luar penerima bantuan reguler Kementerian Sosial.
BLT Kesra sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan ini akan mulai disalurkan pada Senin (20/10). Kebijakan ini diumumkan bersamaan dengan peluncuran Program Magang Nasional untuk 100 ribu fresh graduate.
Skema dan Target BLT Kesra
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan, bantuan ini menyasar keluarga pada desil 1 hingga 4 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Penyalurannya akan dilakukan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.
Menurut Prasetyo, sumber dana program ini berasal dari efisiensi dan realokasi anggaran kegiatan non produktif pemerintah.
"Kita evaluasi, ternyata kita memiliki kemampuan fiskal untuk merealokasi," ujar Mensesneg di Kantor Pos Cikini, Jakarta, Jumat (17/10). "Sehingga kita bisa membantu saudara-saudara kita di desil 1 hingga desil 4."
Solusi Lapangan Kerja: Program Magang Nasional
Di samping bantuan tunai, pemerintah juga membuka solusi bagi angkatan kerja baru. Program Magang Nasional diluncurkan untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan baru.
Berikut adalah rincian program tersebut:
- Target Peserta: Lulusan perguruan tinggi maksimal 1 tahun kelulusan.
- Kuota: 20.000 peserta pada tahap pertama, ditambah 80.000 pada November.
- Fasilitas: Uang saku bulanan setara UMK, perlindungan JKP dan JKM.
- Keterlibatan Industri: 1.668 perusahaan telah menyediakan 26.181 lowongan.
Program ini, kata Mensesneg, adalah upaya pemerintah mencari jalan keluar untuk menciptakan lapangan pekerjaan.
"Idenya adalah programnya magang. Jadi (peserta magang) supaya sudah bisa memiliki pengalaman," katanya. "Kalau kemudian pekerjaan bagus mungkin bisa langsung lanjut di perusahaan tersebut."
Langkah ini diambil pemerintah sebagai intervensi ganda: memberikan jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan sekaligus membuka pintu bagi talenta baru untuk masuk ke dunia kerja profesional.

Posting Komentar
Silakan tinggalkan komentar Anda dengan bahasa yang sopan dan relevan dengan topik. Komentar yang mengandung spam, tautan promosi, atau ujaran kebencian akan dihapus oleh moderator.