Kapolri Hidupkan Lagi Pamapta Demi Respons Cepat Laporan Publik

Kapolri Hidupkan Lagi Pamapta Demi Respons Cepat Laporan Publik
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 35 gedung SPKT baru di Jawa Tengah dan mengumumkan penghidupan kembali fungsi Pamapta. Foto: tribratanews.sulut.polri.go.id

Ringkasan Berita

  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengubah posisi Kanit SPKT menjadi Perwira Pengawas (Pamapta) untuk mempercepat respons laporan masyarakat.
  • Kebijakan diumumkan saat peresmian 35 gedung SPKT baru di wilayah Polda Jawa Tengah pada Jumat (17/10).
  • Fungsi Pamapta dihidupkan kembali untuk memperkuat peran operasional SPKT sebagai gerbang pertama interaksi polisi dengan masyarakat.
  • Pamapta bertugas memastikan setiap laporan tidak hanya diterima, tetapi juga segera ditindaklanjuti dengan respons cepat.
  • Langkah ini merupakan evaluasi berkelanjutan kinerja Polri untuk membangun institusi yang profesional, modern, dan dekat dengan masyarakat.

SEMARANG - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan perubahan struktur di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Posisi Kepala Unit (Kanit) SPKT kini diubah menjadi Perwira Pengawas (Pamapta) untuk mempercepat respons atas laporan masyarakat.

Kebijakan ini diumumkan Jenderal Sigit saat meresmikan 35 gedung SPKT baru di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, Jumat (17/10). Perubahan ini disebut sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan kualitas layanan publik di lini terdepan kepolisian.

Fungsi Pamapta: Tindak Lanjut Laporan Lebih Cepat

Kapolri menjelaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian nama. Fungsi Pamapta dihidupkan kembali untuk memperkuat peran operasional di SPKT, yang merupakan gerbang pertama interaksi polisi dengan masyarakat.

"Kami menghidupkan kembali fungsi Pamapta," kata Sigit. "Sehingga kita bisa memberikan pelayanan di bidang operasional, khususnya terkait dengan peristiwa-peristiwa, laporan-laporan yang harus segera ditindaklanjuti."

Evaluasi Kinerja Demi Kepuasan Publik

Menurut Kapolri, SPKT sebagai garda terdepan harus mampu merespons kebutuhan publik secara cepat, transparan, dan efektif. Kehadiran Pamapta didesain untuk memastikan setiap laporan tidak hanya diterima, tetapi juga segera ditangani.

Langkah ini, kata Sigit, merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja institusi. Tujuannya adalah untuk memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

"Maka kita minta untuk Pamapta bisa melaksanakan respons cepat," ujarnya. "Ini juga bagian dari upaya kita untuk terus melakukan perbaikan, melakukan evaluasi terhadap kinerja kita."

Komitmen Menuju Polri Profesional

Peresmian 35 SPKT modern ini diharapkan dapat memperkuat kinerja seluruh Polres di jajaran Polda Jawa Tengah. Mulai dari penerimaan laporan hingga penanganan awal sebuah perkara.

Langkah ini menegaskan kembali komitmen Polri untuk membangun institusi yang semakin profesional, modern, dan dekat dengan masyarakat yang dilayaninya.

0/Post a Comment/Comments

Silakan tinggalkan komentar Anda dengan bahasa yang sopan dan relevan dengan topik. Komentar yang mengandung spam, tautan promosi, atau ujaran kebencian akan dihapus oleh moderator.