Orasi Prabowo di UKRI: "Ada Saatnya Pemimpin Jadi Pengikut"

Orasi Prabowo di UKRI: Ada Saatnya Pemimpin Jadi Pengikut
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan orasi ilmiah tentang empat prinsip kepemimpinan di Dies Natalis UKRI, Bandung. Foto: setneg.go.id

Ringkasan Berita

  • Presiden Prabowo Subianto membeberkan empat prinsip kepemimpinan efektif dalam orasi ilmiah di UKRI Bandung pada Sabtu (18/10).
  • Empat pilar kepemimpinan adalah: menggunakan akal sehat, perhitungan teliti, berdasar kebenaran, dan memiliki akhlak baik.
  • Prabowo mengingatkan ada tiga peran dalam organisasi: pemimpin, pengikut, dan yang belum paham posisinya—semuanya bersifat dinamis.
  • Presiden menekankan ada saatnya pemimpin harus menjadi pengikut yang setia, menunjukkan fleksibilitas kepemimpinan situasional.
  • Kepada wisudawan, Prabowo berpesan bahwa kelulusan adalah awal perjuangan sesungguhnya yang penuh tantangan dan kesulitan.

BANDUNG - Presiden Prabowo Subianto membeberkan empat prinsip fundamental kepemimpinan efektif. Dalam orasinya di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), ia menekankan bahwa akal sehat, perhitungan teliti, kebenaran, dan akhlak adalah pondasi utama seorang pemimpin.

Orasi ilmiah tersebut disampaikan Presiden di Trans Convention Centre, Bandung, Sabtu (18/10), dalam acara Dies Natalis UKRI. Pada kesempatan itu, ia juga mengapresiasi Rektor UKRI, Sufmi Dasco Ahmad, atas keberhasilannya mengembangkan universitas.

Empat Pondasi Kepemimpinan Prabowo

Presiden menjelaskan bahwa kunci untuk mengatasi berbagai kesulitan masyarakat terletak pada empat pilar yang harus dipegang teguh. Menurutnya, ini adalah resep dasar dalam menjalankan amanah.

Keempat prinsip tersebut adalah:

  1. Menggunakan akal sehat.
  2. Bertindak atas perhitungan yang teliti.
  3. Mendasarkan perhitungan pada kebenaran.
  4. Memiliki kepribadian dan akhlak yang baik.

"Yang utama adalah menggunakan akal sehat, itu yang pertama. Kalau ini ditaati, tinggal yang terakhir adalah kepribadian akhlak," ujar Presiden Prabowo.

Kenali Peran: Pemimpin atau Pengikut Setia

Dalam kehidupan berorganisasi, Prabowo Subianto menggarisbawahi adanya tiga peran utama. Peran tersebut adalah pemimpin, pengikut, dan mereka yang belum memahami posisinya.

Ia mengingatkan agar setiap individu, terutama generasi muda, mampu mengenali perannya secara sadar. Menurutnya, peran tersebut bersifat dinamis dan situasional.

"Saudara harus berani jadi pemimpin yang baik atau pengikut yang baik," tegasnya. "Ada saatnya menjadi pemimpin, ada saatnya pemimpin itu menjadi pengikut yang setia."

Pesan untuk Wisudawan: Perjuangan Baru Dimulai

Di hadapan para wisudawan, Presiden berpesan agar tidak cepat puas dengan gelar akademik. Ia mengingatkan bahwa kelulusan adalah titik awal dari sebuah perjuangan yang sesungguhnya.

"Perjalanan perjuangan hidupmu baru mulai, baru mulai," pesannya. "Hidup tidak gampang, hidup penuh perjuangan, penuh tantangan, penuh kesulitan."

Menjelang satu tahun pemerintahannya, Presiden juga sempat menyinggung capaian yang telah diraih.

"Saya berani berdiri di hadapan seluruh rakyat Indonesia dengan percaya diri karena kita telah buktikan," katanya.

0/Post a Comment/Comments

Silakan tinggalkan komentar Anda dengan bahasa yang sopan dan relevan dengan topik. Komentar yang mengandung spam, tautan promosi, atau ujaran kebencian akan dihapus oleh moderator.