Satuan Tugas MBG Kabupaten Sampang menyelidiki dugaan pelanggaran distribusi program Makan Bergizi Gratis untuk kelompok rentan di Desa Robatal, Kecamatan Robatal, Jawa Timur, pada Rabu (1/4/2026).
Tindak Lanjut Satgas atas Distribusi Makan Bergizi Gratis Sampang
Sekretaris Satgas MBG Sampang Sudarmanta memastikan institusinya telah menerima laporan terkait pembagian bantuan pangan tersebut. Pihaknya merencanakan peninjauan lapangan untuk memeriksa kesesuaian operasional program Makan Bergizi Gratis Sampang.
“Kami akan turun ke lapangan besok atau lusa untuk klarifikasi. Setelah itu, laporan akan kami sampaikan ke pusat pada Senin mendatang. Tugas kami mencatat dan melaporkan,” jelasnya.
Dugaan Ketidaksesuaian Distribusi MBG dengan Standar BGN
Penyaluran asupan untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (B3) di lokasi tersebut diduga tidak memenuhi standar regulasi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Berdasarkan rekaman video yang beredar, penyajian menu tidak menggunakan wadah ompreng sebagaimana ketentuan program.
Visual dalam video memperlihatkan nasi putih diletakkan di dalam keranjang. Lauk berupa ayam krispi, tahu goreng, dan buah salak ditaruh di area teras. Sementara itu, potongan sayur wortel dan kentang hanya dibungkus plastik.
“MBG cap apa ini, tidak diberi wadah, malah dimasukkan ke keranjang,” suara dalam video tersebut.
Penjelasan Warga Terkait Pemindahan Wadah Ompreng
Pembagian makanan itu berlangsung di salah satu rumah perangkat desa setempat. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa SPPG At-Taufiq Robatal selaku penyedia sebenarnya menggunakan perangkat makan sesuai standar BGN saat tiba di lokasi.
“Dari SPPG pakai ompreng. Karena tidak ada yang menjemput, pihak dapur menyalin menu saat mereka hendak mengambil kembali omprengnya,” tuturnya.
Warga tersebut menyebutkan pihak penyedia meminta wadah pengganti karena ompreng akan dibawa kembali saat itu juga.
“Setelah dipindah, ompreng itu langsung dibawa ke mobil,” terangnya.
Penyelenggara Program Belum Memberikan Tanggapan
Pihak penyedia layanan hingga saat ini belum memberikan tanggapan terkait peristiwa operasional dapur tersebut. Kepala SPPG At-Taufiq Robatal Solihin tidak merespons upaya konfirmasi jurnalis melalui pesan dan panggilan WhatsApp hingga pukul 15.25 WIB.
Langkah serupa dilakukan oleh Koordinator SPPG Kabupaten Sampang Ratna Nur Handayani. Permintaan penjelasan mengenai standar layanan pendistribusian tidak mendapat balasan hingga pukul 15.26 WIB.